Sabtu, 23 April 2011
"DIALOG DENGAN TUHAN"
Manusia (M) : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit, aku ingin bicara.
Tuhan (T) : Ooo..waktuKu adalah Kekekalan, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu ?
Manusia (M) : Terima kasih. Pertanyaanku, apa yang paling mengherankan bagiMu tentang kami manusia ?
Tuhan (T) : Hahaha.. kalian itu mahluk yang aneh. Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini. Kedua, kalian hidup seperti tidak bakal mati. Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewas. Namun setelah dewasa, rindu lagi jadi anak-anak : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal-soal sepele. Keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal-hal begitulah yang membuat hidup kalian susah.
Manusia (M) : Lantas, apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup bahagia ?
Tuhan (T) : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian, Suka melupakan nasihatKu. Baiklah, Ku ulangi lagi beberapa yang terpenting..
Pertama, kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
Kedua, ingat : “siapa” yang kalian miliki itu lebih berharga dari “apa” yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
Ketiga, jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenali talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya. Maka kalian akan menjadi manusia unggul, dan otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.
Keempat, ingat , orang yang disebut “kaya” bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan yang paling banyak. Tetapi dia yang paling “sedikit” memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesama
Yang terpenting, buat kamu pribadi yang sedang membaca ini, bisa mengerti dan bertindak. Ingat janji ini : “Aku tidak akan meninggalkanmu”.
Tuhan (T) : Ooo..waktuKu adalah Kekekalan, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu ?
Manusia (M) : Terima kasih. Pertanyaanku, apa yang paling mengherankan bagiMu tentang kami manusia ?
Tuhan (T) : Hahaha.. kalian itu mahluk yang aneh. Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini. Kedua, kalian hidup seperti tidak bakal mati. Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewas. Namun setelah dewasa, rindu lagi jadi anak-anak : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal-soal sepele. Keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal-hal begitulah yang membuat hidup kalian susah.
Manusia (M) : Lantas, apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup bahagia ?
Tuhan (T) : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian, Suka melupakan nasihatKu. Baiklah, Ku ulangi lagi beberapa yang terpenting..
Pertama, kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
Kedua, ingat : “siapa” yang kalian miliki itu lebih berharga dari “apa” yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
Ketiga, jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenali talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya. Maka kalian akan menjadi manusia unggul, dan otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.
Keempat, ingat , orang yang disebut “kaya” bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan yang paling banyak. Tetapi dia yang paling “sedikit” memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesama
Yang terpenting, buat kamu pribadi yang sedang membaca ini, bisa mengerti dan bertindak. Ingat janji ini : “Aku tidak akan meninggalkanmu”.
Selasa, 19 April 2011
Einstein vs Mr.Bean
Dalam sebuah perjalanan di Kapal Pesiar, Einstein dan Mr.Bean duduk berdampingan.
Untuk mengisi waktu perjalanan Einstein mengajak Mr.Bean memainkan sebuah permainan, yang disambut baik oleh Mr.Bean.
"Kita masing2 mengajukan pertanyaan, jika pertanyaan saya & Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya $ 5, Tetapi jika pertanyaan Anda saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda $ 500." kata Einstein dengan yakinnya.
Einstein mengajukan pertanyaan pertama : "Berapa jarak dari Bumi ke Bulan?"
Mr Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, langsung merogoh saku, mengeluarkan $ 5 diberikan kepada Einstein.
Sekarang, giliran Mr Bean bertanya : "Apakah yang saat naik ke atas bukit menggunakan 3 kaki, dan saat turun menggunakan 4 kaki?"
Einstein berusaha keras mencari jawabannya, melakukan pencarian di internet, dan meminta bantuan semua teman-temannya yg cerdas-cerdas .....
Setelah satu jam ia merogoh kantong dan memberikan Mr.Bean $ 500.
Sambil penasaran Einstein bertanya : "Ok, jadi apa yang naik keatas bukit dengan 3 kaki dan turun dengan 4 kaki ??"
Sambil tetap diam .. Mr Bean merogoh saku, dan memberikan Einstein $ 5. ......
Untuk mengisi waktu perjalanan Einstein mengajak Mr.Bean memainkan sebuah permainan, yang disambut baik oleh Mr.Bean.
"Kita masing2 mengajukan pertanyaan, jika pertanyaan saya & Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya $ 5, Tetapi jika pertanyaan Anda saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda $ 500." kata Einstein dengan yakinnya.
Einstein mengajukan pertanyaan pertama : "Berapa jarak dari Bumi ke Bulan?"
Mr Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, langsung merogoh saku, mengeluarkan $ 5 diberikan kepada Einstein.
Sekarang, giliran Mr Bean bertanya : "Apakah yang saat naik ke atas bukit menggunakan 3 kaki, dan saat turun menggunakan 4 kaki?"
Einstein berusaha keras mencari jawabannya, melakukan pencarian di internet, dan meminta bantuan semua teman-temannya yg cerdas-cerdas .....
Setelah satu jam ia merogoh kantong dan memberikan Mr.Bean $ 500.
Sambil penasaran Einstein bertanya : "Ok, jadi apa yang naik keatas bukit dengan 3 kaki dan turun dengan 4 kaki ??"
Sambil tetap diam .. Mr Bean merogoh saku, dan memberikan Einstein $ 5. ......
Minggu, 17 April 2011
CD interaktif Antiremed SMA | Zenius Multimedia Learning
CD interaktif Antiremed SMA | Zenius Multimedia Learning
buat kalian anak SMA yang kena kutukan remed bisa dicoba CD interaktif ini. Dijamin kutukan remednya ilang!!!
buat kalian anak SMA yang kena kutukan remed bisa dicoba CD interaktif ini. Dijamin kutukan remednya ilang!!!
Sabtu, 16 April 2011
Nilai Sebuah Kegagalan
Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’. Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.
Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.
Semoga Beruntung!
Jesus Bersujud, Karena Dia Islam
Sejauh ini, berbagai literatur sejarah Islam, tidak ditemukan satupun penjelasan yang menyebutkan bahwa Jesus (Isa Al Maseh) pernah melakukan sujud (sholat) kepada Allah SWT. Barangkali peristiwa itu ada, namun informasinya belum sampai ke saya dan mungkin juga anda?
Yang jelas, Jesus Kristus dalam pemahaman ummat Islam adalah Isa Al Maseh. Salah satu Nabi yang termasuk sebagai ulul azmi, sebagai mana Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Muhammad SAW. Kelima Nabi tersebut memiliki pengaruh dalam sejarah pembentukan peradaban ummat manusia.
Lebih jauh, di dalam riwayat yang bersumber dari Ahlul Bait as, disebutkan bahwa Allah SWT telah mengutus sebanyak 124.000 Nabi. Mulai dari Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad SAW. Angka ini terkonfirmasi melalui penyebutan nama-nama yang termuat dalam berbagai kitab agama Samawi: Al Qur’an, Injil, Zabur, Taurat dan lainnya.
Selain itu, referensi Ahlul Bait As, menjelaskan sebagian dari ribuan Nabi dimaksud, sekitar 313 Nabi mencapai derajat ar-risalah (kerasulan). Sementara sisanya menempati posisi sebagai Nabi dalam pengertian memiliki sifat: an-nadzir atau al-mundzir (pemberi ancaman), al-basyir atau al-mubasysyir (pemberi harapan). Dan mereka termasuk as-shalihin (orang-orang soleh) dan al-mukhlashin (orang-orang yang dituluskan oleh Allah).
Lebih khusus tentang “Nabi Jesus” atau terkenal dalam oleh Al Qur’an dengan penyebutan Isa ibnu Maryam, memiliki keistimewaan tersendiri. Namanya disebutkan sebanyak kurang lebih 25 kali, dan Ia mendapat gelar dari Allah dengan julukan Ruh Allah (roh kudus). Sebuah gelar yang menjelaskan tentang peristiwa pengangkatannya sebagai utusan Allah, akibat dari penolakan dan upaya pembunuhan atas dirinya yang dilakukan oleh Bani Israil.
Kasus ini menuai kontraversi. Dan hingga kini masih menjadi aset sejarah dalam ragam tafsir yang hendak menelusuri kebenaran diseputar misteri kehidupan akhir “Nabi Jesus”, yang melibatkan pertentangan lintas pemikiran kaum muslim, Kristen dan Yahudi.
Menurut versi kalangan Kristiani, meyakinkan kepada kita bahwa akhir dari kehidupan Isa Al Maseh berlangsung tragis. Ia disalibkan dan kemudian diangakat oleh Allah ke Surga. Proses penyaliban atas Jesus juga merupakan sebuah perjalanan suci, yang dipahami sebagai bentuk derajat pengorbanan seorang Nabi untuk memberi jaminan kedamain kepada ummat manusia.
Ekspresi kecintaaan saudara-saudara kita dari kaum kristiani, dalam menafsirkan sejarah tragis tersebut, sesungguhnya tidak berbeda dengan penjelasan sejarah Islam. Yang mana menerangkan bahwa Isa ibnu Maryam memang saat itu terposisi dalam ancaman pembunuhan secara keji oleh Bani Israil. Namun kemudian diselamatkan oleh Allah.
Secara subtansi: pandangan Islam dan Kristen, sama-sama mengakui adanya kebenaran atas penjelasan sejarah peristiwa tersebut. Selebihnya menyangkut proses Isa Al Maseh diangakat ke surga adalah hal yang merupakan misteri. Tegasnya, ia disalib atau tidak, itu soal proses saja.
Kembali kepada pertanyaan diawal artikel saya tentang Jesus bersujud, bertujuan untuk membuka pemahaman sejarah kita seputar bentuk ibadah yang dilakukan oleh para Nabi. Dengan pertanyaan terakhir: Jika semua Nabi diklaim membawa ajaran Islam, apakah mereka semua melakukan sujud sebagai mana dilakukan Nabi Muhammad SAW di dalam sholatnya?
***
____________________________________“Agama tdk boleh berhenti sebatas keyakinan, namun ia adalah petunjuk jalan menuju keimanan. Di rana keyakinan kita menemukan banyak pertentangan dan manipulasi, sementara di wilayah keimanan: Tuhan menjadi penerang yang membuat semua hambanya menyatu dalam cinta-Nya Yang Maha Kudus” (fa)
(sumber : Faizal Assegaf)
Yang jelas, Jesus Kristus dalam pemahaman ummat Islam adalah Isa Al Maseh. Salah satu Nabi yang termasuk sebagai ulul azmi, sebagai mana Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Muhammad SAW. Kelima Nabi tersebut memiliki pengaruh dalam sejarah pembentukan peradaban ummat manusia.
Lebih jauh, di dalam riwayat yang bersumber dari Ahlul Bait as, disebutkan bahwa Allah SWT telah mengutus sebanyak 124.000 Nabi. Mulai dari Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad SAW. Angka ini terkonfirmasi melalui penyebutan nama-nama yang termuat dalam berbagai kitab agama Samawi: Al Qur’an, Injil, Zabur, Taurat dan lainnya.
Selain itu, referensi Ahlul Bait As, menjelaskan sebagian dari ribuan Nabi dimaksud, sekitar 313 Nabi mencapai derajat ar-risalah (kerasulan). Sementara sisanya menempati posisi sebagai Nabi dalam pengertian memiliki sifat: an-nadzir atau al-mundzir (pemberi ancaman), al-basyir atau al-mubasysyir (pemberi harapan). Dan mereka termasuk as-shalihin (orang-orang soleh) dan al-mukhlashin (orang-orang yang dituluskan oleh Allah).
Lebih khusus tentang “Nabi Jesus” atau terkenal dalam oleh Al Qur’an dengan penyebutan Isa ibnu Maryam, memiliki keistimewaan tersendiri. Namanya disebutkan sebanyak kurang lebih 25 kali, dan Ia mendapat gelar dari Allah dengan julukan Ruh Allah (roh kudus). Sebuah gelar yang menjelaskan tentang peristiwa pengangkatannya sebagai utusan Allah, akibat dari penolakan dan upaya pembunuhan atas dirinya yang dilakukan oleh Bani Israil.
Kasus ini menuai kontraversi. Dan hingga kini masih menjadi aset sejarah dalam ragam tafsir yang hendak menelusuri kebenaran diseputar misteri kehidupan akhir “Nabi Jesus”, yang melibatkan pertentangan lintas pemikiran kaum muslim, Kristen dan Yahudi.
Menurut versi kalangan Kristiani, meyakinkan kepada kita bahwa akhir dari kehidupan Isa Al Maseh berlangsung tragis. Ia disalibkan dan kemudian diangakat oleh Allah ke Surga. Proses penyaliban atas Jesus juga merupakan sebuah perjalanan suci, yang dipahami sebagai bentuk derajat pengorbanan seorang Nabi untuk memberi jaminan kedamain kepada ummat manusia.
Ekspresi kecintaaan saudara-saudara kita dari kaum kristiani, dalam menafsirkan sejarah tragis tersebut, sesungguhnya tidak berbeda dengan penjelasan sejarah Islam. Yang mana menerangkan bahwa Isa ibnu Maryam memang saat itu terposisi dalam ancaman pembunuhan secara keji oleh Bani Israil. Namun kemudian diselamatkan oleh Allah.
Secara subtansi: pandangan Islam dan Kristen, sama-sama mengakui adanya kebenaran atas penjelasan sejarah peristiwa tersebut. Selebihnya menyangkut proses Isa Al Maseh diangakat ke surga adalah hal yang merupakan misteri. Tegasnya, ia disalib atau tidak, itu soal proses saja.
Kembali kepada pertanyaan diawal artikel saya tentang Jesus bersujud, bertujuan untuk membuka pemahaman sejarah kita seputar bentuk ibadah yang dilakukan oleh para Nabi. Dengan pertanyaan terakhir: Jika semua Nabi diklaim membawa ajaran Islam, apakah mereka semua melakukan sujud sebagai mana dilakukan Nabi Muhammad SAW di dalam sholatnya?
***
____________________________________“Agama tdk boleh berhenti sebatas keyakinan, namun ia adalah petunjuk jalan menuju keimanan. Di rana keyakinan kita menemukan banyak pertentangan dan manipulasi, sementara di wilayah keimanan: Tuhan menjadi penerang yang membuat semua hambanya menyatu dalam cinta-Nya Yang Maha Kudus” (fa)
(sumber : Faizal Assegaf)
Langganan:
Postingan (Atom)

