Pages

Kamis, 10 April 2014

Dampak Pemilu terdadap Perekonomian Indonesia



Tahun 2014 merupakan tahun politik bagi Indonesia dimana pada tahun ini ada pertistiwa besar politik yakni Pemilihan Umum (Pemilu) yang terdiri dari Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Jika dipelajari lebih
 dalam, pemilu ini sudah tentu memiliki dampak terhadap perekonomian khususnya bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemilu ini dapat berdampak positif dan negatif. Di satu sisi pemilu ini bisa mendorong perekonomian,namun di sisi lain justru mengerem laju perekonomian nasional.
Dampak Negatif
Adanya pergantian pimpinan di legislative dan eksekutif ini tidak menutup kemungkinan mengganti arah kebijakan termasuk kebijakan di bidang ekonomi. Apalagi ada pepatah mengatakan bahwa biasanya di Negara berkembang seperti Indonesia ganti pejabat makan ganti pula kebijakannya. Berubahnya kebijakan pemerintah diperkirakan akan mengurangi investasi dari para penanam modal asing. Para pemodal asing yang khawatir akan asetnya yang diperkirakan akan mengalami fluktuatif  di Indonesia pasti memilih untuk tidak berinvestasi atau  mencabut asset –asetnya dari Tanah Air untuk sementara waktu sampai keadaan politik di Indonesia sudah stabil. Hal ini menyebabkan capital flight di Indonesia yang akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional khusunya di sektor riil dan pasar modal. Hal ini terbukti dari respons Investor pasar modal yang negatif terhadap hasil pemilu legislatif.  Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan Kamis 10/4/2014 pagi melorot lebih dari 100 poin ke kisaran level 4.800. Hingga sekitar pukul 09.15 WIB, IHSG anjlok 116,19 poin atau 2,36 persen ke posisi 4.805,21. Tercatat 167 saham turun dan hanya 46 saham yang naik. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 2,17 triliun. Terkait IHSG, indeks bisa responsnya bagus di awal perdagangan. Namun bukan mustahil IHSG bisa turun karena market menunggu terbentuknya koalisi antarpartai. Investor akan kembali berpikir logis dan rasional serta fokus atas data ekonomi dan kinerja emiten yang diperkirakan melambat seiring perlambatan PDB tahun ini. Lantas bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut? Pemerintahan Indonesia saat ini harus mampu menjaga stabilitas ekonominya dan pemerintahan yang baru nanti sebaiknya mempertahankan kebijakan- kebijaka ekonomi jangka panjang misalnya Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).
Dampak Positif
Pemilu tidak hanya berdampak negative namun juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Jumat 4/4/14 lalu Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan “Pengaruh dari aktivitas pemilu pada pertumbuhan PDB itu positif. Akan ada tambahan pertumbuhan dari pola normalnya tapi tidak banyak, sekitar 0,2 persen,”. Dari pernyataan beliau sudah jelas bahwa perekonomian Indonesia tumbuh akibat adanya pemilu. Jika kita analisis, pertumbuhan ekonomi tersebut berasal dari perputaran uang dari kegiatan pemilu yang terdiri 2 variabel ekonomi yakni Konsumsi dan Pengeluaran Pemerintah. Dari segi konsumsi ada pembuatan atribut untuk kampanye Partai Politik, pembayaran iklan untuk para calon legislative dan calon presiden, dan lain sebagainya sementara dari segi pengeluaran pemerintah sudah jelas bertambah dengan penyediaan sarana- prasarana pemilu seperti cetak surat suara,pengadaan bilik suara, biaya distribusi dan lain-lain. 
Kesimpulannya ,Perekonomian Indonesia 2014 ini tergantung pada dampak pemilu yang lebih kuat  entah itu negative atau positif. Semoga dampak positifnya yang lebih kuat agar perekonomian Indonesia tetap stabil bahkan berkembang.

 (sumber : www.BankIndonesia.go.id , riset MNC securitieas, kompasiana.com )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Powered By Blogger