Pangan menurut UU No.7 tahun 1996 adalah segala sesuatu yang
berasal dari sumber hayati dan air, baik diolah, yang diperuntukkan sebagai
makanan dan minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan,
bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan,
pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman sedangkan ketahanan pangan
adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya.
Menurut beberapa sumber, Indonesia diprediksi akan mengalami
krisis pangan pada tahun 2017 jika melihat ketimpangan antara jumlah penduduk
dan ketersediaan lahan pangan. Terkait hal tersebut, ada istilah yang disebut rawan
pangan. Rawan pangan disini berarti pangan rakyat Indonesia tergantung pada
suplai dari luar negeri atau biasa kita sebut impor. Data Badan Pusat Statistik
menyebutkan angka kerawanan pangan rakyat Indonesia tahun 2012 sebanyak 47,64
juta penduduk atau 19,46% dari jumlah penduduk Indonesia.
Kebutuhan pangan dalam
negeri yang belum bisa terpenuhi seluruhnya diakibatkan oleh beberapa
faktor,salah satunya masalah lahan pertanian untuk tanaman pangan. Konversi
lahan pertanian ke lahan non pertanian hingga saat ini masih menjadi
permasalahan utama. Oleh karena itu, pertanian di Indonesia memerlukan
perhatian yang serius terutama dari pemerintah sebagai penyelenggara Negara yang
membina dan mengawasi sektor pertanian. Namun demikian,masyarakat dan swasta
sangan dibutuhkan untuk mengatasi masalah dan memajukan pertanian yang
berkelanjutan.Adapun yang pertama harus dibenahi adalah Negara perlu menetapkan
politik pertanian yakni keputusan sangat mendasar di bidang pertanian pada
tingkat Negara dengan sasaran membangun kemandirian pangan. Perlu dikembangkan suatu komitmen dan kerjasama diantara
semua pihak terutama dalam bentuk kerjasama yang erat antara pemerintah,
swasta, dan masyarakat.
Adapun beberapa solusi yang
mungkin bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang adalah
pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan teknologi berbasis kearifan lokal,
peningkatan mutu pendidikan, serta budaya pengembangan pertanian.
