Pages

Selasa, 15 Juli 2014

Solusi Sederhana Menghadapi Tantangan Pangan ke Depan

Pangan menurut UU No.7 tahun 1996 adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman sedangkan ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya.
Menurut beberapa sumber, Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan pada tahun 2017 jika melihat ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan. Terkait hal tersebut, ada istilah yang disebut rawan pangan. Rawan pangan disini berarti pangan rakyat Indonesia tergantung pada suplai dari luar negeri atau biasa kita sebut impor. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan angka kerawanan pangan rakyat Indonesia tahun 2012 sebanyak 47,64 juta penduduk atau 19,46% dari jumlah penduduk Indonesia.
 Kebutuhan pangan dalam negeri yang belum bisa terpenuhi seluruhnya diakibatkan oleh beberapa faktor,salah satunya masalah lahan pertanian untuk tanaman pangan. Konversi lahan pertanian ke lahan non pertanian hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama. Oleh karena itu, pertanian di Indonesia memerlukan perhatian yang serius terutama dari pemerintah sebagai penyelenggara Negara yang membina dan mengawasi sektor pertanian. Namun demikian,masyarakat dan swasta sangan dibutuhkan untuk mengatasi masalah dan memajukan pertanian yang berkelanjutan.Adapun yang pertama harus dibenahi adalah Negara perlu menetapkan politik pertanian yakni keputusan sangat mendasar di bidang pertanian pada tingkat Negara dengan sasaran membangun kemandirian pangan. Perlu dikembangkan suatu komitmen dan kerjasama diantara semua pihak terutama dalam bentuk kerjasama yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Adapun beberapa solusi yang mungkin bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang adalah pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan teknologi berbasis kearifan lokal, peningkatan mutu pendidikan, serta budaya pengembangan pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Powered By Blogger