Pages

Senin, 04 Agustus 2014

2 Periode untuk Ekonomi Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono.Siapa yang tak mengenal beliau? Presiden Indonesia yang menjabat selama 2 periode ini memang memiliki charisma sebagai pemimpin. Beliau menamakan masa kepemimpinannya dengan sebutan Kabinet Indonesia Jilid I dan II. Lantas bagaimana perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinannya? Ada beberapa kebijakan ekonomi yang berpengaruh besar pada masa pemerintahan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I, yakni pengurangan subsidi Negara dengan dengan cara menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT),Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya.
Kebijakan menaikkan harga BBM pada tahun 2005 guna mengurangi APBN yang tertekan akibat naiknya harga minyak dunia ternyata mendorong tingkat inflasi. Inflasi terbesar pada tahun 2005 disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi yang lebih dari 40 persen dan kenaikan harga makanan sebesar 18 persen. Efek dari Inflasi tahun 2005 ini cukup berpengaruh terhadap tingkat suka bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan berpengaruh juga terhadap suku bunga simpanan di dunia perbankan. Selanjutnya adalah BLT,Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menimbulkan kontroversi karena nyatanya bantuan tidak sampai kepada yang berhak menerima serta menimbulkan masalah social lainnya.

Hal yang perlu diapresiasi pada pemerintahan SBY periode pertama adalah berkurangnya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Tercatat pada tahun 2009 tingkat kemiskinan Indonesia atau presentase penduduk miskin sebesar 8,2% yang turun 8,6 % dari tahun 2004 dan presentase pengangguran pada tahun 2004 sebesar 9,5 turun menjadi 5,1% pada tahhun 2009. Selain itu, Pada tahun 2010,pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5-6 persen dan meningkat menjadi 6-6,5 persen pada 2011. Kinerja ekspor nonmigas pun meningkat 17 persen pada triwulan IV-2009 sampai januari 2010. Hal ini pun yang menyebabkan dunia memberi respon positif terhadap Indonesia. Berikut adalah table target pertumbuhan ekonomi pemerintahan SBY beserta realisasinya :

 
Memasuki periode kedua menjabat sebagai presiden Republik Indonesia,SBY membuat terobosan baru yakni membuat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau biasa disebut MP3EI.Melalui MP3EI, Indonesia diharapkan menjadi Negara maju pada tahun 2025. MP3EI ini nampaknya cukup member peran positif terhadap perekonomian Indonesia. Data BPS pada triwulan I 2014 menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,21% berdasarkan PDB. Bank Dunia pun menempatkan Indonesia peringkat ke- 10 ekonomi dunia jika dilihat dari Gross Domestic Product (GDP)  setelah AS,Tiongkok, India,Jepang,Jerman,Rusia,Brazil,Perancis,dan Inggris. Hal ini merupakan awal yang baik bagi ekonomi Indonesia. Namun perjalanan masih panjang,masih banyak yang harus dibenahi di Tanah Surga ini. Masalah korupsi yang terus merajalela, Kasus Bank Century yang belum terselesaikan bahkan mengeluarkan biaya 93 miliar untuk menyelesaikannya misalnya dan lai sebagainya.  Selain itu masalah yang paling penting adalah kesejahteraan yang menurun dan belum merata. Meskipun pertumbuhan makroekonomi Indonesia mengalami peningkatan,namun belum menyentuh lapisan masyarakat secara menyeluruh,masih banyak warga Indonesia yang hidupnya tidak sejahtera bahkan di bawah garis kemiskinan.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Powered By Blogger