Susilo
Bambang Yudhoyono.Siapa yang tak mengenal beliau? Presiden Indonesia yang
menjabat selama 2 periode ini memang memiliki charisma sebagai pemimpin. Beliau menamakan masa kepemimpinannya dengan sebutan Kabinet Indonesia Jilid I dan II. Lantas
bagaimana perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinannya? Ada beberapa kebijakan
ekonomi yang berpengaruh besar pada masa pemerintahan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I, yakni
pengurangan subsidi Negara dengan dengan cara menaikkan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM),Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT),Kebijakan Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) dan lain sebagainya.
Kebijakan
menaikkan harga BBM pada tahun 2005 guna mengurangi APBN yang tertekan akibat
naiknya harga minyak dunia ternyata mendorong tingkat inflasi. Inflasi terbesar
pada tahun 2005 disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi yang lebih dari 40
persen dan kenaikan harga makanan sebesar 18 persen. Efek dari Inflasi tahun 2005
ini cukup berpengaruh terhadap tingkat suka bunga Sertifikat Bank Indonesia
(SBI) dan berpengaruh juga terhadap suku bunga simpanan di dunia perbankan.
Selanjutnya adalah BLT,Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menimbulkan
kontroversi karena nyatanya bantuan tidak sampai kepada yang berhak menerima
serta menimbulkan masalah social lainnya.
Hal yang
perlu diapresiasi pada pemerintahan SBY periode pertama adalah berkurangnya
tingkat kemiskinan dan pengangguran. Tercatat pada tahun 2009 tingkat
kemiskinan Indonesia atau presentase penduduk miskin sebesar 8,2% yang turun
8,6 % dari tahun 2004 dan presentase pengangguran pada tahun 2004 sebesar 9,5
turun menjadi 5,1% pada tahhun 2009. Selain itu, Pada tahun 2010,pertumbuhan ekonomi
Indonesia mencapai 5,5-6 persen dan meningkat menjadi 6-6,5 persen pada 2011.
Kinerja ekspor nonmigas pun meningkat 17 persen pada triwulan IV-2009 sampai
januari 2010. Hal ini pun yang menyebabkan dunia memberi respon positif
terhadap Indonesia. Berikut adalah table target pertumbuhan ekonomi
pemerintahan SBY beserta realisasinya :
Memasuki periode kedua menjabat sebagai presiden Republik Indonesia,SBY membuat terobosan baru yakni membuat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau biasa disebut MP3EI.Melalui MP3EI, Indonesia diharapkan menjadi Negara maju pada tahun 2025. MP3EI ini nampaknya cukup member peran positif terhadap perekonomian Indonesia. Data BPS pada triwulan I 2014 menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,21% berdasarkan PDB. Bank Dunia pun menempatkan Indonesia peringkat ke- 10 ekonomi dunia jika dilihat dari Gross Domestic Product (GDP) setelah AS,Tiongkok, India,Jepang,Jerman,Rusia,Brazil,Perancis,dan Inggris. Hal ini merupakan awal yang baik bagi ekonomi Indonesia. Namun perjalanan masih panjang,masih banyak yang harus dibenahi di Tanah Surga ini. Masalah korupsi yang terus merajalela, Kasus Bank Century yang belum terselesaikan bahkan mengeluarkan biaya 93 miliar untuk menyelesaikannya misalnya dan lai sebagainya. Selain itu masalah yang paling penting adalah kesejahteraan yang menurun dan belum merata. Meskipun pertumbuhan makroekonomi Indonesia mengalami peningkatan,namun belum menyentuh lapisan masyarakat secara menyeluruh,masih banyak warga Indonesia yang hidupnya tidak sejahtera bahkan di bawah garis kemiskinan.
.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.