Cinta adalah Kebebasan. Begitu kata Khalil Gibran. Ya,sepakat. Cinta itu kebebasan,dan kebebasan itu cinta. Tidak ada satu aturan pun di dunia ini yang bisa melarang atau menghalangi adanya cinta.Sama seperti yang saya rasakan saat ini. Cinta yang datang entah dari arah mana. Cinta yang mulai bersemi entah sejak kapan. Cinta yang dirasa karena mungkin terbiasa. Dan percayalah, mencintai dalam diam itu rasanya lebih dari sekedar patah hati.
Selasa, 27 Januari 2015
Rabu, 21 Januari 2015
"Maha"siswa ?
Mahasiswa adalah sebutan untuk manusia yang sedang menjalani pendidikan tinggi di universitas atau perguruan tinggi dan telah menjalani sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas sebelumnya. Ya, mahasiswa adalah satu-satunya gelar atau sebutan yang menggunakan kata 'maha' selain Tuhan Yang Maha Esa. Lantas mengapa harus 'maha' ? apa bedanya mahasiswa dan siswa ? Adakah perlakuan khusus atau perilaku yang khusus dimiliki oleh mahasiswa? Rasanya tidak. Siswa maupun mahasiswa sama-sama mempelajari ilmu pengetahuan yang diberikan oleh pengajar baik guru atau dosen. Yang menjadi pembeda adalah mahasiswa dituntut untuk berfikir kritis, logis, dan empiris. Segala hal yang dilakukan oleh mahasiswa haruslah sistematis dan berdasarkan metode ilmiah dimana ada rumusan masalah, hipotesis,pengujian, barulah ditarik kesimpulan yang selanjutnya dijadikan acuan bagi mahasiswa untuk mengambil sebuah keputusan atau tindakan.
Selain itu, yang membedakan siswa dengan mahasiswa adalah tingkat kepekaan dengan lingkungan sosial. Kerap kali kita sebagai mahasiswa terlalu terbuai dengan keadaan di kampus dimana terdapat fasilitas yang lengkap untuk menunjang proses perkuliahan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga biasanya disibukkan dengan program-program kerja organisasi yang diikutinya yang katanya untuk meningkatkan soft skills mahasiswa. Padahal, di luar sana, di tempat yang beratap sama, masih banyak manusia-manusia yang terampas hak-haknya, yang hidupnya belum memenuhi standar kelayakan, yang susah payah mencari nafkah untuk bertahan hidup.
Mungkin banyak mahasiswa yang mengatakan itu adalah tugas pemerintah, kita sebagai mahasiswa tugasnya belajar, kita adalah human investment. Sering kali yang ditemukan saat ini adalah sikap mahasiswa yang acuh tak acuh terhadap sesama bahkan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mahasiswa dimana menurut
fungsinya adalah sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan
stok untuk pemimpin masa depan harus benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik untuk membantu mewujudkan tujuan Bangsa Indonesia yang tertera pada pembukaan Undang-Undang dasar 1945.
Tan malaka pernah mengatakan, harta terkakhir yang dimiliki mahasiswa adalah idealisme. Kalau mahasiswanya saja sudah tidak idealis, lantas siapa yang akan memperjuangkan masyarakat kecil di luar sana? Entah pada
siapa lagi masyarakat harus mengadu jika melihat kinerja pemerintahan
sekarang ini dimana KKN kian merajalela kalau bukan pada mahasiswa (dan
Tuhan YME tentunya). Padahal, di tangan mahasiswalah masa depan bangsa ini, masa depan Bangsa
Indonesia yang keadaannya sudah semakin mengkhawatirkan. Percuma jika dengan daya intelektual yang dimiliki hanya bermanfaat untuk diri sendiri.Dalam Al-Quran pun jelas disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang tersebut.Amin
Langganan:
Postingan (Atom)
