Maraknya kasus kejahatan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini membuat kamicukup
resah. Masalahnya, kasus kejahatan yang terjadi sebagian besar menimpa pada
perempuan dan anak. Minggu lalu,seluruh masyarakat Indonesia dikejutkan dengan
peristiwa meninggalnya siswi SMP di Bengkulu akibat diperkosa dan dibunuh oleh
14 orang lelaki yang ternyata orang dekat korban. Belum hilang ingatan kami atas
peristiwa tersebut,tak jauh dari kampus kami (IPB) tepatnya di daerah
Cibubungbulang-Bogor terjadi hal serupa. Kali ini korbannya bukan siswi
SMP,melainkan anak Balita bahkan Batita berusia 2,5. Sebagai perempuan, kami
merasa sudah sangat resah dengan adanya kasus ini. Miris melihat perbuatan
manusia-manusia yang tidak memiliki hati nurani dan pikiran seperti itu.
Menanggapi
hal tersebut,Kami KOHATI HMI Cabang Bogor Periode 2015-2016 melakukan Kampanye
pada hari Minggu,15 Mei 2016 di Lapangan Sempur-Bogor pukul 07.00 sampai 10.00
WIB. Kami melakukan Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan & Anak
dengan cara membagikan bunga kertas dan
pamflet yang berisikan himbauan agar seluruh masyarakat Bogor selalu
berhati-hati dan waspada akan segala bentuk
kemungkinan kejahatan yang dapat terjadi.
Selain
membagikan bunga kertas dan pamflet, kami pun sempat berbincang-bincang dengan
masyarakat yang ada di Lapangan Sempur pagi tadi. Reaksi masyarakat pun
bermacam-macam, ada yang mengusulkan langsung eksekusi mati, ada yang
memaki-maki dan mengutuk keras perbuatan-perbuatan "penjahat" itu,
bahkan kami menemui segerombolan ibu-ibu yang ngotot agar kami turut mendorong
disahkannya Undang-Undang Hukum Kebiri untuk kasus pelecehan seksual.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.